Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

BALI DI PERSIMPANGAN: ANTARA INVESTASI ASING DAN MARTABAT LOKAL

Gambar
  SUASANA TERBAIK, SILAHKAN KLIK LINK VIDEO BERIKUT : Bali hari ini sedang berada di sebuah persimpangan penting. Di satu sisi, geliat usaha milik asing tumbuh pesat dan terlihat menjanjikan. Di sisi lain, muncul kegelisahan kolektif tentang ke mana arah pariwisata Pulau Dewata sebenarnya bergerak. Hotel, restoran, beach club, pusat wellness, hingga properti mewah bermunculan dengan cepat, didukung modal besar, jaringan global, serta strategi pemasaran digital yang agresif. Tak heran jika bisnis asing dengan mudah menguasai titik-titik strategis pariwisata Bali. Tak dapat dimungkiri, kehadiran usaha asing membawa sejumlah dampak positif. Lapangan kerja tercipta, standar layanan meningkat, dan profesionalisme industri pariwisata ikut terangkat. Transfer pengetahuan, manajemen, dan teknologi pun terjadi, sementara wisatawan dengan daya beli tinggi semakin tertarik datang dan tinggal lebih lama. Secara kasat mata, roda ekonomi tampak berputar lebih cepat. Namun, di balik gemerlap i...

BALI SEPI, ANTARA OKNUM, LUKA PENGALAMAN, DAN HILANGNYA RASA DITERIMA

Gambar
  Akhir tahun 2025 seharusnya menjadi musim panen bagi pariwisata Bali. Libur panjang, Natal dan Tahun Baru, biasanya identik dengan jalanan macet, hotel penuh, pantai sesak, dan senyum ramah yang bertebaran. Tapi kali ini cerita yang beredar justru sebaliknya: Bali terasa sepi, bahkan lebih sepi dibanding masa Tahun Baru saat COVID dulu. Sebuah kondisi yang membuat banyak orang bertanya-tanya—ada apa sebenarnya? Dari obrolan yang viral dan pengalaman para wisatawan lokal, muncul satu benang merah yang mengusik: rasa tidak diterima . Bukan karena alamnya berubah, bukan karena budayanya pudar, tapi karena perlakuan manusia terhadap manusia . Banyak wisatawan lokal menceritakan pengalaman tidak menyenangkan—diusir dari area publik, diperlakukan kasar, hingga merasakan perbedaan pelayanan yang mencolok dibanding wisatawan asing. Ada yang sudah membayar tiket pertunjukan, tapi harus mengalah demi turis asing. Ada yang menerima kembalian uang dengan cara dilempar. Ada yang dibentak d...