Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

DARI MADRASAH RAMADAN MENUJU KEBANGKITAN PERADABAN ISLAM

Gambar
Pesan ini aku kutib dari  pesan utama Pimpinan Pusat Muhammadiyah (khususnya dari amanat Haedar Nashir ).  Ada momen-momen dalam hidup yang datangnya tidak gaduh, tapi diam-diam mengubah isi dada. Ramadan itu salah satunya. Ia tidak datang dengan terompet. Tidak pula mengetuk pintu dengan gegap gempita. Ia datang seperti ibu yang membangunkan sahur dengan suara pelan, seperti cahaya subuh yang masuk dari celah jendela, seperti doa-doa yang tidak viral, tapi diam-diam menegakkan hidup seseorang yang hampir rubuh. Dan ketika Ramadan pergi, kita baru sadar: ternyata sebulan ini bukan cuma soal menahan lapar, haus, dan godaan gorengan menjelang magrib yang kadang lebih menggoda daripada mantan yang tiba-tiba bilang, “Aku cuma mau tahu kabarmu.” Bukan. Ramadan jauh lebih besar dari itu. Ramadan adalah sekolah jiwa. Madrasah sunyi tempat Allah sedang mendidik kita menjadi manusia yang tidak ringkih. Manusia yang tidak gampang roboh hanya karena dunia sedang tidak sesuai harapan. ...

SAAT HIDUP TERASA MENGULANG CERITA YANG SAMA

Gambar
Kenapa Pola yang Sama Bisa Terulang dalam Hidup Kita? Sering kali kita merasa hidup seperti mengulang kejadian yang sama. Masalah yang datang seolah berbeda orangnya, berbeda waktunya, tapi rasanya mirip sekali. Banyak orang menganggap itu sebagai “ujian dari semesta”. Padahal, dalam banyak kasus, yang sebenarnya terjadi adalah pola perilaku dan batasan kita sendiri yang belum berubah . Misalnya dari sebuah cerita  Ketika seorang karyawan mencuri, kamu masih memberi kesempatan. Bahkan tidak langsung memecatnya. Niatnya tentu baik, karena kamu percaya manusia bisa khilaf dan berubah. Namun tanpa disadari, pola ini memberi sinyal bahwa batas yang kamu miliki cukup longgar. Akhirnya, ketika kamu membuka cabang baru dan merekrut orang baru, situasi yang sama kembali terjadi. Hal yang sama juga terlihat dalam hubungan dengan teman. Ketika ada teman meminjam uang, kamu membantu. Itu tindakan yang sangat manusiawi. Tetapi ketika bantuan itu terus diberikan tanpa batas yang jelas, orang l...

KANGEN

Gambar
  Sekali lagi… nada dan lirik lagu ini membawaku menembus ruang dan waktu. Seolah kaset yang berputar di dalam Walkman Sony itu bukan sekadar memutar musik, tetapi juga memutar kembali kenangan—kenangan yang tersimpan rapat di sudut hati. Tahun 1992. Lagu “Kangen” dari Dewa 19 baru saja hadir lewat album debut mereka, 19 , dinyanyikan oleh Ari Lasso dengan suara yang begitu jujur dan dalam. Saat itu aku memutarnya berkali-kali, seolah setiap nada dan kata mewakili sesuatu yang tak mampu kuucapkan sendiri. Aku masih ingat jelas… di atas KM Kinambui , kapal yang membawaku menyeberang dari Surabaya menuju Banjarmasin . Laut terbentang luas, angin asin menyapu wajah, dan di telinga… lagu itu terus mengalun dari Walkman kecil yang menjadi teman perjalanan. Perjalanan itu bukan sekadar perjalanan biasa. Aku berangkat menjalankan tugas sebagai Ketua Senat Ekonomi , bersama sahabat-sahabat seperjuangan: Sony Bachtiar sebagai Sekretaris Umum, dan Samsurizal , Ketua BPM. Kami menuju sebua...

DEMI WAKTU

Gambar
  Kita bisa beli hampir semua hal di dunia ini. Mau mobil mewah? Bisa. Mau rumah besar? Bisa. Mau liburan ke mana saja? Tinggal pesan tiket. Bahkan sekarang, makanan pun bisa datang ke rumah hanya dengan sentuhan jari di layar ponsel. Tapi ada satu hal yang tidak pernah bisa dibeli, tidak bisa ditawar, tidak bisa disimpan, dan tidak bisa diputar ulang. Namanya waktu . Lucunya, justru yang paling mahal ini sering kita anggap murah. Ketika Kita Masih Merasa Punya Banyak Waktu Waktu muda, kita sering berpikir seperti ini: “Ah santai saja… aku masih muda.” “Nanti saja berubahnya.” “Sekarang having fun dulu.” Seolah hidup ini seperti baterai ponsel yang bisa di-charge kapan saja. Padahal tidak begitu. Kalau boleh jujur, sebagian dari kita baru sadar betapa berharganya waktu ketika sesuatu mulai hilang. Ketika rambut mulai memutih. Ketika orang tua mulai berjalan lebih pelan. Ketika teman-teman satu per satu sibuk dengan hidupnya masing-masing. Dan yang paling membuat hati ter...

HARD TO SAY I'M SORRY

Gambar
  Ada satu jenis lelah yang tidak kelihatan. Bukan lelah karena kerja dari pagi sampai malam. Bukan juga lelah karena kurang tidur. Ini lelah yang lebih dalam. Lelah yang tinggal di hati. Lelah yang sering dirasakan oleh seorang penyintas stroke. Karena menjadi penyintas stroke… bukan hanya soal tubuh yang harus belajar ulang berjalan. Bukan cuma tangan yang dulu cekatan, sekarang harus belajar lagi menggenggam sendok. Bukan cuma lidah yang dulu lancar bercerita, sekarang kadang seperti macet di tengah jalan. Yang paling melelahkan justru sering bukan itu semua. Yang paling melelahkan adalah… ketika berada di tengah orang-orang terdekat, tetapi tetap merasa sendirian. Saat Dunia Terasa Lebih Cepat Saya pernah duduk bersama seorang penyintas stroke. Namanya Pak Rahman. Orangnya dulu dikenal cerewet. Kalau cerita bisa dari Maghrib sampai ayam subuh. Sekarang? Untuk menyelesaikan satu kalimat saja kadang perlu waktu satu menit. Suatu hari beliau berkata dengan sua...

TENTANG CINTA, KESETIAAN, DAN KETABAHAN - NUANSA BENING

Gambar
Come On Vidi ohh yeaahhh ......Kabar wafatnya Vidi Aldiano pada usia yang masih muda terasa seperti sebuah jeda panjang dalam musik dan kehidupan. Lagu legendaris karya Keenan Nasution yang kembali ia nyanyikan membuat banyak orang merasa liriknya hidup kembali—seakan bukan sekadar lagu cinta, tapi juga tentang kehilangan, kenangan, dan jarak antara manusia dan waktu. Ketika bait itu berbunyi, “Kini terasa sungguh, semakin engkau jauh, semakin terasa dekat…” rasanya seperti menggambarkan manusia yang telah pergi: raganya jauh, tetapi kenangannya justru semakin dekat di hati. Dan di balik itu semua, kita juga menyaksikan bagaimana Vidi berjuang melawan sakitnya dengan penuh kesabaran, sementara istrinya tetap berdiri tegar di sampingnya sampai akhir. Sebuah pelajaran sunyi tentang cinta, kesetiaan, dan ketabahan. đź’” Namun kisah ini sebenarnya bukan hanya tentang Vidi. Ini juga tentang kita semua. Sebab kematian selalu datang seperti lirik lagu itu: awalnya terasa “biasa saja” , sepe...

MESIN WAKTU

Gambar
SUASANA TERBAIK, SILAHKAN KLIK LINK VIDEO BERIKUT : Ada lagu-lagu tertentu yang tidak sekadar terdengar di telinga… tapi seperti membuka pintu waktu. Begitu intro lagu I'll Be Loving You (Forever) milik New Kids on the Block yang dirilis tahun 1988 itu mengalun, pikiranku langsung terbang jauh ke masa ketika hidup masih terasa sederhana, polos, dan penuh tawa yang tidak dibuat-buat. Aku teringat masa ketika merantau di kota dingin nan ramah, Malang . Di rumah sederhana itu, selalu ada satu sosok yang membuat suasana jadi hidup: sepupuku tersayang, Asti. Sejak SMP, Asti ini punya kebiasaan unik—mengajak teman-temannya main ke rumah. Rame. Riuh. Kadang seperti pasar kecil. Tawa gadis-gadis remaja bercampur suara sandal diseret-seret di teras. Di antara sekian banyak wajah yang datang dan pergi, ada satu yang entah kenapa menempel di ingatan: Erike Yuliartha . Waktu itu kesan pertamaku sederhana saja—anaknya kelihatan cerdas… tapi juga agak “cupu”. Hehehe. Pendiam, tapi matanya se...

MEMAHAMI GEOPOLITIK IRAN YG SYIAH, AMERIKA, ISRAEL… DAN INDONESIA YANG JADI BIDAK DI BOARD OF PEACE

Gambar
  Kali ini aku pengin nulis agak sedikit sok pintar, karena geram sama sikap masyarakat kita sendiri, Kadang saya mikir begini… tiap kali buka berita soal konflik Iran vs Amerika Serikat vs Israel , rasanya kayak nonton serial politik yang season-nya nggak tamat-tamat. Tokohnya itu lagi, dramanya makin panas, dan yang jadi korban? Ya rakyat biasa. Yang nggak pernah duduk di meja negosiasi. Yang nggak pernah tanda tangan kesepakatan. Tapi selalu kena dampaknya. Makanya, sebelum kita pro atau kontra, sebelum kita share-share berita sambil emosi, satu hal penting: pahami dulu petanya. Ini bukan “perang Islam”. Ini perang kepentingan. Kalau kita mundur sedikit ke belakang, tahun 1970-an Iran itu justru dekat dengan Barat. Program nuklirnya didukung. Bahkan dalam skema “Atoms for Peace”, Barat membantu pengembangan teknologi nuklir sipil. Waktu itu Iran sahabat. Semuanya tenang. Lalu 1979 meledak Revolusi Islam. Rezim berubah. Arah politik berubah. Peta pertemanan berubah. Yang dulu d...

ELECTRIC YOUTH

Gambar
5 Februari 2026 Hari ini aku duduk berhadapan dengan seorang anak muda bernama Ethan —pemuda asal Karibia dengan mata yang menyala-nyala oleh ide. Ia mempresentasikan Discussion on Bali Caribbean Carnival bukan sekadar sebagai acara, tapi sebagai panggung identitas, perayaan lintas budaya, dan keberanian generasi muda untuk berkata, “Kami ada, dan kami siap.” Saat ia berbicara, aku merasakan energi itu menular—energi yang tidak dibuat-buat, tidak dibungkus jargon, tapi lahir dari keyakinan. Dan entah bagaimana, energi itu menarikku mundur ke lorong waktu, ke awal 90-an, ke masa ketika jiwa mudaku pernah bergetar oleh suara yang sama-sama lantang menyebut masa depan: “Electric Youth.” Lagu Debbie Gibson itu—ditulis dan diproduseri olehnya sendiri—bukan sekadar pop ceria. Ia adalah pernyataan. Sebuah anthem yang menyentil generasi muda agar berani berdiri, didengar, dan dipercaya. Kritik memujinya sebagai tanda kedewasaan artistik; produksi musiknya liar dan futuristik, penuh synth ...

KHIDMAT HMI UNTUK INDONESIA

Gambar
  “Khidmat HMI untuk Indonesia” bukanlah sekadar kalimat manis yang enak dibaca, enak didengar, lalu selesai setelah acara usai. Ia bukan hiasan spanduk yang dilipat rapi setelah forum, bukan pula slogan pidato yang tepuk tangannya meriah tapi cepat dilupakan. Kalimat ini adalah cermin—kadang jujur, kadang menampar—tentang bagaimana HMI sejak awal berdiri memilih jalan sunyi: jalan pengabdian. Jalan yang tidak selalu ramai, tidak selalu terlihat, dan sering kali tidak diberi panggung. HMI hadir bukan karena ingin dipuji, tapi karena merasa bertanggung jawab. Hadir saat umat butuh arah, hadir saat bangsa bingung memilih jalan, hadir saat negara goyah dan akal sehat perlu dijaga. Khidmat itu sendiri bukan pekerjaan instan. Ia tidak lahir dari niat viral, tidak tumbuh dari ambisi jabatan, apalagi dari keinginan sekadar “terlihat aktif”. Khidmat adalah kerja panjang, kerja sabar, kerja yang kadang tidak dicatat sejarah, tapi tercatat rapi oleh nurani. Mengajar adik-adik dengan fasili...