Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 26, 2025

KOMPLEKS BANDARA: DUNIA KECIL YANG PENUH WARNA

Gambar
Hidup di kompleks perumahan karyawan Bandar Udara Tuban bukan cuma soal punya rumah dekat tempat kerja orang tua. Itu cuma bonus. Yang sebenarnya terjadi adalah: kami hidup di dunia kecil yang penuh warna, tawa, dan cerita yang rasanya nggak akan pernah habis diceritakan, meski sudah puluhan tahun berlalu. Bayangkan, di masa itu—saat televisi masih cuma punya dua channel (dan itu pun sering burem kalau antena miring dikit), ketika bioskop masih jadi barang mewah—pihak bandara malah memfasilitasi kami nonton film layar lebar di area kompleks! Proyektor gede dipasang di lapangan terbuka, tikar digelar, anak-anak berlarian rebutan tempat paling depan. Filmnya? Kadang Superman , kadang E.T. , kadang The NeverEnding Story . Begitu lampu dipadamkan, kami semua langsung diam, matanya berbinar, seolah sedang terbang ke dunia lain. Rasanya kayak punya bioskop pribadi—tanpa popcorn, tapi penuh rasa kagum dan kegembiraan yang jujur. Tapi kompleks bandara bukan cuma soal hiburan. Di sana, kami...

KETIKA KATA TAK SAMPAI

Gambar
  Kadang hidup ini bukan tentang apa yang kita katakan, tapi tentang bagaimana kita mengatakannya. Kalimat itu pertama kali kudengar dari seorang teman lama—orang yang tak lagi sering kutemui, tapi setiap katanya seolah menancap di ingatan, seperti bekas luka yang tidak menyakitkan, hanya membuatmu berhenti sejenak dan berpikir. Kami bertemu lagi setelah bertahun-tahun. Di sebuah warung kecil di sudut kota, tempat yang aroma kopinya masih sama seperti dulu, hanya saja waktu sudah banyak berubah. Ia tersenyum kecil, dan setelah obrolan ngalor-ngidul tentang kehidupan, ia menatapku dan berkata pelan, “Kamu tahu, kadang yang bikin orang saling jauh itu bukan karena mereka salah bicara… tapi karena mereka nggak tahu bagaimana harus bicara.” Aku diam. Entah kenapa kalimat itu terasa berat sekali. Karena aku sadar, mungkin itu juga yang sering terjadi dalam hidupku. Berapa kali aku berniat baik, tapi berakhir dengan salah paham? Berapa kali aku ingin menjelaskan sesuatu dengan...

TOMORROW IS A PROMISE, NOT A GUARANTEE

Gambar
  Kadang kita terlalu sibuk merencanakan hari esok sampai lupa menikmati hari ini. Kita memikirkan target, jadwal, dan impian seolah esok sudah pasti datang, seolah waktu akan selalu sabar menunggu kita siap. Padahal, hidup ini tidak pernah memberikan jaminan apa pun selain detik yang sedang kita hirup saat ini. Aku ingat betul, beberapa waktu lalu aku duduk sendirian di teras rumah, menatap langit sore yang mulai berwarna jingga. Angin sore berhembus pelan, membawa aroma tanah basah dan suara anak-anak bermain di kejauhan. Di momen itu, entah kenapa, aku teringat seseorang yang dulu sangat dekat—seorang sahabat senior masa Kuliah yang selalu bilang, “Kita kejar mimpi bareng, ya, besok-besok pasti seru!” Tapi “besok” itu tak pernah datang untuknya. Kabar kepergiannya datang tiba-tiba, seperti hujan di musim kemarau. Dunia mendadak hening, dan aku merasa seperti ditampar kenyataan. Semua rencana, semua janji untuk bertemu lagi, berubah jadi kenangan yang menggantung di udara. ...