Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 18, 2025

KETIKA STANDAR GANDA JADI ALAT MUSIK POLITIK

Gambar
  Pada akhirnya, politik dengan segala standar gandanya akan terus ada. Manusia akan selalu mencari alasan untuk membenarkan langkahnya — bahkan ketika langkah itu jelas menuju jurang. Tapi jangan biarkan dunia yang bengkok membuat kita ikut melengkung. Kalau semua orang rela berkompromi demi selamat, maka kejujuran akan punah bukan karena dibunuh, tapi karena ditinggalkan. Tetaplah jadi manusia yang tahu kapan harus bicara, dan kapan harus diam — tapi tidak pernah berhenti berpikir. Kita mungkin tidak bisa mengubah sistem dalam semalam, tapi kita bisa mulai dengan tidak ikut-ikutan jadi bagian dari kebohongan itu. Mulai dari diri sendiri, dari cara berpikir, dari pilihan kata, dan dari keputusan kecil yang jujur. Dan kalau suatu saat kamu merasa sendirian berdiri di sisi yang benar, jangan takut. Karena kebenaran memang sering sepi — tapi itu sepi yang damai. Beda dengan keramaian yang penuh tipu daya; ramai, tapi bikin hati sesak. Toh, hidup ini bukan lomba popularit...

ANTARA PEMENANG, PECUNDANG, DAN KERUPUK LEMBEK

Gambar
  Kadang kita terlalu cepat tersinggung. Dengar kata “ pecundang ” aja, langsung manyun, padahal belum tentu sedang ditunjuk. Santai aja dulu — kalau memang bukan pemenang hari ini, ya mungkin memang lagi disuruh belajar dulu biar besok bisa menang lebih elegan. Hidup tuh, sayangnya, bukan kayak paket liburan “tanpa drama, tanpa hambatan”. Kesulitan itu ibarat bumbu dapur — nggak dicari, tapi selalu aja nongol di rak kehidupan. Dan anehnya, justru di situlah perbedaan antara pemenang dan pecundang mulai kelihatan. Orang hebat tuh bukan karena hidupnya mulus kayak jalan tol , tapi karena dia siap mental ketika aspalnya mulai berlubang. Kalau datang badai , dia nggak langsung rebahan sambil update status “capek banget hidup ini 😢 ,” tapi dia malah siap pasang payung sambil nyeruput kopi — karena dia tahu badai juga punya masa pensiun. Pemenang itu tahu, keberhasilan itu bonus, tapi perjuangan itu wajib. Kalau lagi senang, dia bersyukur. Kalau lagi susah, dia nyari solusi, bu...

IBU, KOMPAS CINTA DAN PENOPANG KEHIDUPAN

Gambar
Dalam setiap rumah tangga yang kokoh, selalu ada sosok ibu yang menjadi penyeimbang. Ia mungkin tak selalu terlihat di depan layar kehidupan, tapi setiap keputusan, setiap langkah, dan setiap doa keluarga sering lahir dari hatinya yang lembut. Ibu adalah madrasah pertama. Dari lisannya anak belajar berbicara, dari teladannya anak belajar berbuat baik, dan dari hatinya anak mengenal kasih sayang Tuhan. Tak heran bila ulama besar seperti Imam Syafi’i pernah berkata: “Ibu adalah tiang pendidikan. Jika ia baik, maka akan baiklah generasi yang tumbuh darinya.” Dalam pandangan Islam, keluarga yang baik tidak hanya dibangun oleh kepala rumah tangga yang bijak, tetapi juga oleh ibu yang berilmu dan penuh iman. Ibu bukan hanya penjaga rumah, tapi penjaga fitrah manusia — memastikan hati anak-anaknya tetap mengenal Allah di tengah dunia yang sering melupakan-Nya. Rasulullah ï·º bersabda: “Surga berada di bawah telapak kaki ibu.” (HR. An-Nasa’i, Ahmad, dan Ibnu Majah) Hadis ini buk...