Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 18, 2025

I'M NOT IN LOVE

Gambar
UNTUK MENDAPAT SUASANA TERBAIK, SILAHKAN KLIK LINK VIDEO BERIKUT : Sebut saja Andri, seorang pria muda,  Pagi itu ia bangun dengan alarm yang sudah berisik sejak sepuluh menit lalu. Bukan karena kesiangan—lebih tepatnya karena semalam ia kebanyakan mikir sambil pura-pura nggak mikir. Ia duduk di pinggir ranjang, ngelamun, lalu nyeletuk ke cermin, “Tenang, Bro. Kamu baik-baik aja.” Cermin diam. Biasanya orang bijak bilang, kalau cermin sudah nggak membantah, berarti kita yang sedang kalah debat. Ia bikin kopi. Seperti biasa, kopi pahit tanpa gula. Katanya sih biar maskulin. Padahal aslinya karena gula di rumah habis dan malas ke warung. Ia duduk, membuka ponsel, dan otomatis membuka chat yang namanya sudah hafal di luar kepala—sampai-sampai jarinya bisa ngetik tanpa lihat layar. Chat terakhir masih dari semalam. “Udah tidur?” Ia jawab waktu itu: “Belum. Santai aja.” Santai apanya, jantungnya deg-degan kayak mau ujian susulan. Ia menghela napas. “Aku nggak jatuh cinta,” katanya...

ALL I AM

Gambar
UNTUK MENDAPAT SUASANA TERBAIK, SILAHKAN KLIK LINK VIDEO BERIKUT : Hidup mempertemukan dua manusia yang sama-sama pengin disayang tapi trauma buat berharap, sama-sama ingin dekat tapi refleks pasang pagar, sampai akhirnya sadar bahwa cinta itu bukan soal jadi pahlawan yang selalu kuat, melainkan keberanian bilang, “Aku nggak sempurna, kadang capek, kadang salah, kadang pengin nyerah,” lalu tetap memilih tinggal, saling pegang tangan, saling menunggu, sambil ketawa kecil karena ternyata value paling mahal dalam hidup bukan kesempurnaan, tapi kejujuran dan keberanian untuk berjalan bareng meski hati masih penuh bekas luka. Mereka tidak bertemu di momen paling keren dalam hidup masing-masing. Tidak ada latar hujan romantis, tidak ada musik pelan yang sengaja diputar semesta. Mereka bertemu di fase hidup yang agak berantakan—pikiran penuh, hati setengah kosong, dan senyum yang kadang dipaksakan demi terlihat “baik-baik saja”. Dua manusia saling memandang dengan perasaan yang sama: berha...

LOVE ME LIKE THERE’S NO TOMORROW

Gambar
UNTUK MENDAPAT SUASANA TERBAIK, SILAHKAN KLIK LINK VIDEO BERIKUT : Kami duduk berhadapan di kafe kecil yang dulu jadi saksi banyak rencana besar. Meja kayunya masih sama, kopinya masih pahit kalau diminum tanpa gula, tapi kami—entah sejak kapan—sudah berubah. Tidak ada pertengkaran besar, tidak ada teriakan, apalagi drama lempar piring. Yang ada justru sunyi. Sunyi yang terlalu rapi, terlalu sopan, sampai terasa kejam. Dari cara kami saling menatap, kami sama-sama tahu: cinta ini belum habis, tapi jalannya sudah buntu. Lucunya, cinta jarang benar-benar berakhir karena benci. Ia sering mati pelan-pelan karena arah hidup yang tidak lagi sejalan. Aku ingin menetap, kau ingin pergi. Aku ingin pulang, kau ingin terus berjalan. Dan kami terlalu dewasa untuk saling menyalahkan, tapi terlalu manusia untuk tidak merasa kalah. Ada penyesalan yang nyempil diam-diam—tentang kata-kata yang tak sempat diucapkan, pelukan yang dulu ditunda karena gengsi, dan rencana-rencana yang kini tinggal kenanga...