GELAS, EMBER, DAN KOLAM
Tentang Kedewasaan, Isi Diri, dan Cara Hidup Mengalir Suatu hari—entah kenapa hari itu rasanya panjang—aku terlibat diskusi yang bukan diskusi biasa. Lewat telepon. Lama. Dalam. Dan berulang-ulang. Lawan bicaraku bukan orang sembarangan. Ia sahabat, sekaligus guru kehidupan. Tipe orang yang kalau ngomong nggak pakai teriak, tapi kalimatnya bisa nyangkut berhari-hari di kepala. Kami ngobrol soal manusia. Tentang watak. Tentang sifat. Tentang bagaimana latar belakang membentuk cara berpikir, lalu cara berpikir membentuk cara bersikap. Dari sana obrolan melebar ke motif—apa sih yang sebenarnya menggerakkan seseorang untuk begitu aktif, begitu bersemangat, atau justru begitu tenang tapi mengena? Lalu muncul satu fenomena klasik yang sering kita lihat tapi jarang kita renungkan. Ada orang yang tampilannya gagah . Jabatannya mentereng. Posisi tinggi. Casing-nya kinclong. Dari luar kelihatan “wah”. Tapi begitu bicara… kok rasanya kosong. Cara menyikapi masalah dangkal. Nada suara ti...