Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 22, 2026

JAGUNG BAKAR, ANGKOT MM, DAN RINDU LINGKARAN HIDUP YANG MEMBESARKANKU

Gambar
SUASANA TERBAIK, SILAHKAN KLIK LINK VIDEO BERIKUT : Dari hari pertama kita tiba di planet ini, kata Elton John, kita seperti bayi yang baru melek—kedip-kedip, silau, lalu belajar berdiri di bawah matahari. Dan entah kenapa, setiap kali lirik itu terngiang di kepalaku, wajah Kota Malang selalu muncul duluan. Udara dingin yang nyelip di jaket tipis, bau bakso di setiap sudut, dan rasa “hidup” yang sederhana tapi penuh makna. Malang bukan sekadar kota persinggahan. Ia adalah sekolah kehidupan. Tempat aku belajar jatuh, ketawa, lapar, patah hati, jatuh cinta, kehilangan, dan pelan-pelan menemukan tempatku sendiri di lingkaran hidup. Jagung Bakar dan Perut yang Selalu Lapar Masa Depan Di Malang, makan jagung bakar itu bukan sekadar ngemil. Itu ritual. Sekali nongkrong bisa lima sampai sepuluh jagung. Jangan tanya rasanya—yang jelas, perut kenyang tapi hati tetap lapar. Lapar mimpi. Lapar masa depan. Kami duduk melingkar, asap jagung naik ke langit Malang yang dingin. Obrolan ngalor-ng...

KETIKA KESALAHAN TAK SELALU SALAH, TAPI BERHENTI MENCOBA—ITULAH KESALAHAN

Gambar
SUASANA TERBAIK, SILAHKAN KLIK LINK VIDEO BERIKUT : Ada satu fase dalam hidup yang sering kita lewati sambil menunduk: fase salah. Salah ngomong, salah milih jalan, salah percaya orang, salah ngatur waktu, salah berharap. Pokoknya salah. Dan lucunya, kita sering merasa hidup ini seperti lomba lari—siapa yang paling sedikit salah, dia yang menang. Padahal kenyataannya, hidup ini bukan lomba lari, tapi lebih mirip jalan kampung yang penuh lubang. Kalau nggak pernah nyemplung ke lubang, biasanya bukan karena jago, tapi karena belum jalan jauh. Aku juga begitu. Berkali-kali jatuh di lubang yang sama. Bahkan kadang sambil sadar, “Ini lubang, lho,” tapi tetap saja dilangkahi dengan percaya diri… lalu bruk . Di titik itu biasanya muncul dialog batin yang sok bijak tapi telat: “Harusnya tadi aku belok.” Ya iyalah, sekarang kaki sudah lecet. Tapi justru dari lecet-lecet itulah aku belajar satu hal penting: kesalahan itu bukan musuh, dia guru yang cara ngajarnya agak kasar. Kesalahan sering ...