Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 19, 2026

DARI MADRASAH RAMADAN MENUJU KEBANGKITAN PERADABAN ISLAM

Gambar
Pesan ini aku kutib dari  pesan utama Pimpinan Pusat Muhammadiyah (khususnya dari amanat Haedar Nashir ).  Ada momen-momen dalam hidup yang datangnya tidak gaduh, tapi diam-diam mengubah isi dada. Ramadan itu salah satunya. Ia tidak datang dengan terompet. Tidak pula mengetuk pintu dengan gegap gempita. Ia datang seperti ibu yang membangunkan sahur dengan suara pelan, seperti cahaya subuh yang masuk dari celah jendela, seperti doa-doa yang tidak viral, tapi diam-diam menegakkan hidup seseorang yang hampir rubuh. Dan ketika Ramadan pergi, kita baru sadar: ternyata sebulan ini bukan cuma soal menahan lapar, haus, dan godaan gorengan menjelang magrib yang kadang lebih menggoda daripada mantan yang tiba-tiba bilang, “Aku cuma mau tahu kabarmu.” Bukan. Ramadan jauh lebih besar dari itu. Ramadan adalah sekolah jiwa. Madrasah sunyi tempat Allah sedang mendidik kita menjadi manusia yang tidak ringkih. Manusia yang tidak gampang roboh hanya karena dunia sedang tidak sesuai harapan. ...