RINDU SOSOK ORANG TUA
Di tengah hiruk pikuk pertikaian, hati ini sesungguhnya sedang menangis. Sedih melihat sebuah rumah besar umat bernama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Badung, yang seharusnya menjadi tempat berteduh, tempat merangkul, tempat mendamaikan, justru ikut terseret dalam pusaran konflik yang berujung pada aroma hukum, saling serang, saling menyalahkan, dan saling membuka luka. Padahal, Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada kita bahwa menyelesaikan masalah bukanlah dengan mempertontonkan pertikaian, melainkan dengan menghadirkan hati yang teduh, akhlak yang lembut, dan jalan islah yang penuh kasih sayang. MUI bukan sekadar organisasi. MUI adalah rumah bersama umat. Tempat para ulama, zu’ama, cendekiawan, dan tokoh umat duduk dalam satu saf ukhuwah. Maka ketika rumah itu ikut retak oleh ego, kepentingan pribadi, atau pertikaian antar kelompok, yang sesungguhnya terluka bukan hanya nama lembaga, tetapi wajah Islam itu sendiri di mata umat. Bukankah fungsi MUI seharusnya seperti fungsi ...