Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 10, 2026

KANGEN

Gambar
  Sekali lagi… nada dan lirik lagu ini membawaku menembus ruang dan waktu. Seolah kaset yang berputar di dalam Walkman Sony itu bukan sekadar memutar musik, tetapi juga memutar kembali kenangan—kenangan yang tersimpan rapat di sudut hati. Tahun 1992. Lagu “Kangen” dari Dewa 19 baru saja hadir lewat album debut mereka, 19 , dinyanyikan oleh Ari Lasso dengan suara yang begitu jujur dan dalam. Saat itu aku memutarnya berkali-kali, seolah setiap nada dan kata mewakili sesuatu yang tak mampu kuucapkan sendiri. Aku masih ingat jelas… di atas KM Kinambui , kapal yang membawaku menyeberang dari Surabaya menuju Banjarmasin . Laut terbentang luas, angin asin menyapu wajah, dan di telinga… lagu itu terus mengalun dari Walkman kecil yang menjadi teman perjalanan. Perjalanan itu bukan sekadar perjalanan biasa. Aku berangkat menjalankan tugas sebagai Ketua Senat Ekonomi , bersama sahabat-sahabat seperjuangan: Sony Bachtiar sebagai Sekretaris Umum, dan Samsurizal , Ketua BPM. Kami menuju sebua...

DEMI WAKTU

Gambar
  Kita bisa beli hampir semua hal di dunia ini. Mau mobil mewah? Bisa. Mau rumah besar? Bisa. Mau liburan ke mana saja? Tinggal pesan tiket. Bahkan sekarang, makanan pun bisa datang ke rumah hanya dengan sentuhan jari di layar ponsel. Tapi ada satu hal yang tidak pernah bisa dibeli, tidak bisa ditawar, tidak bisa disimpan, dan tidak bisa diputar ulang. Namanya waktu . Lucunya, justru yang paling mahal ini sering kita anggap murah. Ketika Kita Masih Merasa Punya Banyak Waktu Waktu muda, kita sering berpikir seperti ini: “Ah santai saja… aku masih muda.” “Nanti saja berubahnya.” “Sekarang having fun dulu.” Seolah hidup ini seperti baterai ponsel yang bisa di-charge kapan saja. Padahal tidak begitu. Kalau boleh jujur, sebagian dari kita baru sadar betapa berharganya waktu ketika sesuatu mulai hilang. Ketika rambut mulai memutih. Ketika orang tua mulai berjalan lebih pelan. Ketika teman-teman satu per satu sibuk dengan hidupnya masing-masing. Dan yang paling membuat hati ter...

HARD TO SAY I'M SORRY

Gambar
  Ada satu jenis lelah yang tidak kelihatan. Bukan lelah karena kerja dari pagi sampai malam. Bukan juga lelah karena kurang tidur. Ini lelah yang lebih dalam. Lelah yang tinggal di hati. Lelah yang sering dirasakan oleh seorang penyintas stroke. Karena menjadi penyintas stroke… bukan hanya soal tubuh yang harus belajar ulang berjalan. Bukan cuma tangan yang dulu cekatan, sekarang harus belajar lagi menggenggam sendok. Bukan cuma lidah yang dulu lancar bercerita, sekarang kadang seperti macet di tengah jalan. Yang paling melelahkan justru sering bukan itu semua. Yang paling melelahkan adalah… ketika berada di tengah orang-orang terdekat, tetapi tetap merasa sendirian. Saat Dunia Terasa Lebih Cepat Saya pernah duduk bersama seorang penyintas stroke. Namanya Pak Rahman. Orangnya dulu dikenal cerewet. Kalau cerita bisa dari Maghrib sampai ayam subuh. Sekarang? Untuk menyelesaikan satu kalimat saja kadang perlu waktu satu menit. Suatu hari beliau berkata dengan sua...