TAK SEMUA YANG PERGI HARUS DIKEJAR
Dulu, Aku termasuk orang yang percaya bahwa semua hal bisa diperjuangkan. Kalau ada teman menjauh, Aku dekati lagi. Kalau ada hubungan yang mulai renggang, Aku berusaha memperbaiki. Kalau ada orang yang berubah sikap, Aku mencari tahu apa salahku. Pokoknya, Aku selalu merasa bahwa segala sesuatu harus diselamatkan. Sampai akhirnya hidup mengajariku satu kenyataan yang cukup menyesakkan dada. Ternyata tidak semua yang pergi ingin kembali. Tidak semua yang menjauh sedang menunggu untuk dicari. Dan tidak semua pintu yang tertutup memang ditakdirkan untuk dibuka lagi. Awalnya sulit menerima kenyataan itu. Ada masa ketika Aku sibuk bertanya-tanya. "Apa kurangku?" "Apa Aku salah bicara?" "Apa Aku kurang baik?" "Apa Aku kurang peduli?" Pertanyaan demi pertanyaan memenuhi kepala seperti notifikasi grup WhatsApp yang tidak pernah berhenti muncul. Semakin dipikirkan, semakin lelah. Semakin dicari jawabannya, semakin tidak ditemukan. Sampai suatu hari Aku...