SEMUA ORANG PERNAH SINGGAH, TAPI TIDAK SEMUA HARUS TINGGAL
Hidup itu aneh ya… kadang kita ketemu orang yang baik banget, sampe kita mikir, “Ya Allah, ini orang kok kayak dikirim langsung buat bahagiain aku ya?”
Eh, gak lama kemudian, datang juga orang yang bikin kita mikir, “Ini ujian apa hukuman sih?”
Lucunya, dua-duanya sama-sama punya peran penting dalam hidup kita.
Aku pernah ada di titik itu. Titik di mana aku ngerasa hidup gak adil.
Kenapa harus ketemu orang yang nyakitin?
Kenapa harus kecewa berkali-kali?
Kenapa harus belajar dari hal yang rasanya… gak pengen aku pelajari?
Sampai akhirnya aku sadar…
ternyata hidup itu bukan soal siapa yang datang, tapi apa yang mereka tinggalkan dalam diri kita.
Orang baik… mereka ngajarin kita arti bahagia.
Mereka kayak hujan di tengah kemarau. Datangnya gak banyak, tapi cukup buat bikin hati kita hidup lagi.
Orang jahat… jangan buru-buru dibenci.
Mereka itu kayak guru killer di sekolah. Nyebelin, bikin stress, tapi justru dari mereka kita jadi kuat.
Mereka ngajarin kita arti sabar, arti bangkit, dan arti gak gampang percaya sama semua orang.
Orang buruk… mereka bahkan lebih jujur lagi perannya.
Mereka ngajarin kita pelajaran hidup yang gak diajarin di mana pun.
Pelajaran tentang batasan, tentang harga diri, tentang kapan harus bertahan dan kapan harus pergi.
Dan orang terbaik…
mereka gak banyak. Bahkan bisa dihitung pake jari.
Tapi kehadiran mereka cukup buat nenangin seluruh kekacauan yang pernah kita rasain.
Kalau dipikir-pikir…
semua orang yang pernah singgah itu, punya “fungsi”.
Gak ada yang sia-sia.
Allah udah bilang dalam Al-Qur’an:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Lā yukallifullāhu nafsan illā wus‘ahā
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)
Artinya apa?
Semua yang kita alami, termasuk orang-orang yang datang dan pergi itu…
udah sesuai dengan kapasitas hati kita.
Bukan kebetulan.
Bukan salah alamat.
Tapi memang itu yang kita butuhkan… walaupun kadang kita gak mau.
Dan Rasulullah ﷺ juga pernah bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ
A‘ajaban li amril mu’min, inna amrahu kullahu khair
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, karena semua urusannya adalah baik baginya.”
(HR. Muslim)
Lihat tuh…
bahkan hal yang kita anggap buruk, ternyata tetap punya sisi baik.
Mungkin hari ini kamu lagi kesel sama seseorang.
Mungkin kamu lagi nyimpen marah.
Atau bahkan… benci.
Tapi coba deh tanya ke diri sendiri:
“Apa yang aku pelajari dari dia?”
Karena seringnya, kita terlalu fokus sama lukanya…
sampai lupa sama pelajarannya.
Padahal, luka itu cuma sementara.
Tapi pelajaran… itu bekal seumur hidup.
Dan ya… aku tahu, gak gampang buat gak menyalahkan orang lain.
Namanya juga manusia.
Kadang kita pengen banget nunjuk dan bilang, “Ini semua gara-gara dia!”
Tapi kalau terus begitu… kita gak akan pernah maju.
Kita bakal terus hidup di masa lalu, di tempat yang sama, dengan rasa yang sama.
Padahal hidup itu harus jalan.
Dan kita… harus tumbuh.
Jadi mungkin hari ini, pelan-pelan kita belajar ya…
belajar menerima.
Belajar memahami.
Dan yang paling susah… belajar mengikhlaskan.
Karena pada akhirnya,
hidup ini bukan tentang siapa yang paling lama tinggal,
tapi tentang siapa yang paling banyak mengubah kita jadi lebih baik.
Dan kalau semua orang yang datang itu memberi manfaat…
lalu, apa lagi alasan kita untuk membenci?
Mungkin bukan mereka yang harus kita salahkan…
tapi cara kita melihat semuanya.
Tenang aja…
kamu gak sendirian.
Semua orang juga lagi belajar… termasuk aku.
Dan kalau hari ini kamu lagi capek,
gak apa-apa… istirahat sebentar.
Tapi jangan berhenti ya.
Karena versi terbaik dari dirimu…
lagi nunggu kamu di depan sana.