MESIN WAKTU
SUASANA TERBAIK, SILAHKAN KLIK LINK VIDEO BERIKUT :
Ada lagu-lagu tertentu yang tidak sekadar terdengar di telinga… tapi seperti membuka pintu waktu. Begitu intro lagu I'll Be Loving You (Forever) milik New Kids on the Block yang dirilis tahun 1988 itu mengalun, pikiranku langsung terbang jauh ke masa ketika hidup masih terasa sederhana, polos, dan penuh tawa yang tidak dibuat-buat.
Aku teringat masa ketika merantau di kota dingin nan ramah, Malang. Di rumah sederhana itu, selalu ada satu sosok yang membuat suasana jadi hidup: sepupuku tersayang, Asti. Sejak SMP, Asti ini punya kebiasaan unik—mengajak teman-temannya main ke rumah. Rame. Riuh. Kadang seperti pasar kecil. Tawa gadis-gadis remaja bercampur suara sandal diseret-seret di teras.
Di antara sekian banyak wajah yang datang dan pergi, ada satu yang entah kenapa menempel di ingatan: Erike Yuliartha. Waktu itu kesan pertamaku sederhana saja—anaknya kelihatan cerdas… tapi juga agak “cupu”. Hehehe. Pendiam, tapi matanya seperti selalu memperhatikan banyak hal.
Waktu berjalan seperti kereta yang tak pernah berhenti di stasiun yang sama. Kami semua tumbuh, sibuk dengan hidup masing-masing, dan kenangan itu perlahan masuk ke laci-laci memori yang jarang dibuka.
Sampai suatu sore…
Inbox Facebook-ku tiba-tiba berbunyi. rupanya inboxku berbalas
“Hey mas… bertukar nomor WA yuk.”
Aku balas saja seperti biasa. Lalu nomor bertukar. Tak lama kemudian, sebuah pesan masuk di WhatsApp. Dibuka dengan kalimat sederhana.
“Erik…”
Aku sempat terdiam.
“Hah? Erik? Erik Xtrada?” pikirku spontan.
Beberapa detik kemudian baru sadar.
“Ohhh… Erike!”
Dan tiba-tiba saja percakapan mengalir seperti sungai yang menemukan kembali jalurnya. Kami tertawa. Mengingat hal-hal kecil yang dulu mungkin terasa biasa saja—tapi kini entah kenapa terasa hangat.
Aneh ya… kadang yang membuat hati ringan bukanlah sesuatu yang besar. Hanya obrolan sederhana, nostalgia kecil, dan tawa yang pecah tanpa rencana.
Di saat itulah lagu itu kembali terngiang.
"I'm not that kind of guy who can take a broken heart…"
Lagu tentang kesetiaan dan perasaan yang tulus itu seperti menjadi soundtrack kecil di kepalaku. Bukan soal cinta romantis semata, tapi tentang bagaimana beberapa orang dalam hidup kita hadir di waktu yang tepat… dan meninggalkan jejak yang tidak pernah benar-benar hilang.
Kadang hidup memang begitu. Kita tidak selalu paham mengapa sebuah momen terasa indah. Tapi kita tahu… kita sedang bahagia.
Malam itu aku tersenyum sendiri.
“Terima kasih ya… sudah muncul lagi di waktu yang tepat.”
bahwa entah kenapa…