TENTANG CINTA, KESETIAAN, DAN KETABAHAN - NUANSA BENING



Come On Vidi ohh yeaahhh ......Kabar wafatnya Vidi Aldiano pada usia yang masih muda terasa seperti sebuah jeda panjang dalam musik dan kehidupan. Lagu legendaris karya Keenan Nasution yang kembali ia nyanyikan membuat banyak orang merasa liriknya hidup kembali—seakan bukan sekadar lagu cinta, tapi juga tentang kehilangan, kenangan, dan jarak antara manusia dan waktu. Ketika bait itu berbunyi, “Kini terasa sungguh, semakin engkau jauh, semakin terasa dekat…” rasanya seperti menggambarkan manusia yang telah pergi: raganya jauh, tetapi kenangannya justru semakin dekat di hati. Dan di balik itu semua, kita juga menyaksikan bagaimana Vidi berjuang melawan sakitnya dengan penuh kesabaran, sementara istrinya tetap berdiri tegar di sampingnya sampai akhir. Sebuah pelajaran sunyi tentang cinta, kesetiaan, dan ketabahan. 💔

Namun kisah ini sebenarnya bukan hanya tentang Vidi. Ini juga tentang kita semua. Sebab kematian selalu datang seperti lirik lagu itu: awalnya terasa “biasa saja”, seperti perkenalan hidup yang sederhana, lalu tiba-tiba meninggalkan bayang-bayang yang tak mau pergi. Allah telah mengingatkan dalam Al-Qur’an bahwa kematian bukan soal tua atau muda.

Allah berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
Kullu nafsin dzāiqatul maut
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.”
(QS. Ali Imran)

Ayat ini sederhana, tetapi menampar kesadaran kita: tidak ada satu pun manusia yang memiliki kontrak umur panjang. Ada yang dipanggil di usia senja, ada pula yang dipanggil ketika hidupnya masih sedang berbunga.

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan agar manusia tidak terlena dengan waktu yang terasa masih panjang:

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ
شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ،
وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ،
وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Ightanim khamsan qabla khams:
syabābaka qabla haramik, wa shihhataka qabla saqamik,
wa ghināka qabla faqrika, wa farāghaka qabla syughlik,
wa hayātaka qabla mautika.

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.”
(HR. Al-Hakim)

Ketika mendengar kembali lirik lagu itu—“akan ku kembangkan kasih yang kau tanam di dalam hatiku…”—rasanya seperti pesan yang lebih luas: bukan hanya cinta antar manusia, tetapi juga amal yang kita tanam selama hidup. Sebab pada akhirnya, yang tetap tinggal setelah kita pergi hanyalah tiga hal: doa, amal, dan jejak kebaikan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ
صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ،
أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Idzā māta al-insānu inqaṭa‘a ‘anhu ‘amaluhu illā min tsalāth:
ṣadaqatin jāriyah, aw ‘ilmin yuntafa‘u bih, aw waladin ṣāliḥ yad‘ū lah.

“Jika manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim ibn al-Hajjaj)

Maka ketika kita mengucapkan:

إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ
Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn
“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.”
(QS. Al-Baqarah)

kalimat itu sebenarnya bukan hanya doa untuk orang yang telah pergi. Itu juga pengingat untuk kita yang masih tinggal.

Karena pada akhirnya hidup ini memang seperti lagu itu:
awal perkenalan terasa biasa saja…
lalu perlahan muncul kenangan yang tak mau pergi…
hingga suatu hari jarak itu menjadi nyata.

Dan saat seseorang telah pergi, kita baru benar-benar merasakan:

“Kini terasa sungguh… semakin engkau jauh… semakin terasa dekat.”

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Selamat jalan, Vidi. 🤍
Semoga Allah menerima segala ibadahmu, mengampuni segala khilafmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya.

Dan untuk kita yang masih diberi napas hari ini, pertanyaan yang tersisa hanya satu:
kalau panggilan itu datang malam ini… sudah berapa bekal yang kita bawa pulang?

Postingan populer dari blog ini

56 - SAAT WAKTU ITU TIBA… RENNY PULANG KE PANGKUAN ALLAH

BADAI ITU MEMANG DATANG TANPA PERMISI - 18 DESEMBER 2024.

SETAHUN SETELAH RETAK, AKU KINI BELAJAR UTUH