Postingan

WE'RE ALL ALONE

Gambar
  Hidup memang lucu Saat semuanya berjalan baik, kita merasa punya banyak teman. Grup WhatsApp ramai. Telepon tak pernah sepi. Undangan datang silih berganti. Bahkan orang yang dulu lupa nama kita, tiba-tiba ingat tanggal ulang tahun kita. Tapi begitu hidup mulai diguyur hujan... Satu per satu payung itu menghilang. Yang tersisa hanya suara rintik air di atap rumah, secangkir kopi yang mulai dingin, dan hati yang diam-diam sedang belajar berdamai. Malam itu hujan turun tanpa permisi. Aku duduk di dekat jendela, memandang jalan yang mulai kosong. Lampu-lampu kota tampak kabur karena butiran air. Entah kenapa, setiap hujan selalu membawa kenangan yang tak pernah benar-benar pergi. Kenangan tentang orang-orang yang pernah singgah. Tentang mimpi-mimpi yang pernah diperjuangkan. Tentang harapan yang ternyata memilih jalan lain. Lucunya, manusia sering mengira kesepian adalah hukuman. Padahal kadang, kesepian adalah ruang kelas paling sunyi yang dipakai Tuhan untuk mengajarkan pelajaran ...

KETIKA CAHAYA ITU DATANG

Gambar
  Ada masa dalam hidup ketika seseorang tidak lagi takut pada gelap. Bukan karena ia berani, melainkan karena terlalu lama hidup di dalamnya. Aku pernah berada di titik itu. Setiap pagi terasa seperti malam yang dipaksa terang. Senyum hanya menjadi formalitas, sementara hati sibuk menghitung berapa kali lagi harus pura-pura kuat. Orang-orang melihatku berjalan seperti biasa, tetapi mereka tidak tahu bahwa setiap langkah sebenarnya sedang menyeret beban yang tidak terlihat. Aku jatuh. Bangkit. Lalu jatuh lagi. Begitu terus. Sampai akhirnya aku mulai percaya bahwa mungkin memang beginilah takdirku. Menjadi orang yang selalu hampir berhasil, tetapi selalu gagal di tikungan terakhir. Lucunya, hidup memang punya selera humor yang aneh. Ketika dompet kosong, ban motor bocor. Saat hati sedang hancur, listrik rumah ikut padam. Rasanya semesta sedang membuat paket lengkap: "Silakan dinikmati penderitaannya." Aku sempat tertawa sendiri. Kalau bukan aku yang menertawakan hidup ini, siap...

KETIKA NAMIRA MENYUSURI JEJAK WAKTU

Gambar
  Ada satu hal yang aneh tentang kampus. Gedungnya mungkin bertambah tinggi. Cat temboknya bisa berganti warna. Pohonnya mungkin tumbuh lebih rindang. Bahkan kantinnya bisa berubah menjadi kafe yang jauh lebih modern. Namun, ada sesuatu yang tidak pernah berubah. Ia menyimpan cerita. Cerita yang diam-diam tinggal di setiap lorong, di setiap bangku taman, di setiap langkah kaki yang pernah singgah. Hari itu, Namira berjalan perlahan memasuki gerbang Universitas Merdeka Malang. Bukan sebagai mahasiswi. Bukan pula sebagai calon alumni. Ia datang sebagai seorang anak yang sedang mencari potongan-potongan masa lalu ayah dan mamanya. "Jadi... di sinilah Ayah dulu kuliah?" Ia menoleh sambil tersenyum kecil. Aku hanya mengangguk. "Iya. Di sinilah Ayah belajar menjadi orang dewasa. Walaupun, jujur saja... waktu itu lebih sering belajar bertahan hidup daripada belajar di kelas." Namira tertawa. "Berarti Ayah dulu nakal?" "Nggak nakal... cuma kreatif mencari sol...

MULANYA DI SINI, SAMPAI SENJA MENUTUP PERJALANAN KITA

Gambar
  Ada orang yang datang dalam hidup kita seperti hujan deras. Singkat, ribut, lalu pergi meninggalkan genangan. Tetapi ada juga yang datang seperti matahari pagi. Tidak banyak bicara, tidak membuat gempar, namun perlahan menghangatkan hari-hari yang sebelumnya terasa dingin. Semua kisah besar, sebenarnya, selalu dimulai dari hal yang sederhana. Dari sebuah sapaan. Dari senyuman yang awalnya canggung. Dari obrolan yang katanya hanya lima menit, tetapi tahu-tahu sudah lewat dua jam, sampai penjual kopi mulai menyapu lantai sambil melirik, seolah berkata, "Kalau sudah saling suka, jangan lupa pulang juga." Begitulah hidup. Kadang tak memberi tanda bahwa seseorang yang hari ini hanya sekadar kenalan, kelak akan menjadi alasan kita tetap kuat menjalani kehidupan. Mulanya di sini. Di titik yang bahkan tidak pernah kita rencanakan. Siapa sangka, dua orang dengan latar belakang berbeda bisa dipertemukan dalam waktu yang begitu tepat. Bukan karena mereka sempurna, tetapi karena keduan...

JANGAN TARUH SELURUH HATI DAN PIKIRANMU DI SATU TITIK MASALAH

Gambar
Ada satu kebiasaan yang sering kita banggakan: totalitas. Katanya kalau melakukan sesuatu harus sepenuh hati, sepenuh pikiran, bahkan sepenuh hidup. Kalimat itu memang terdengar indah. Tapi setelah usia mengajari banyak hal, saya baru sadar, ada satu pengecualian yang sering terlupakan. Jangan pernah menaruh hati dan pikiranmu seratus persen hanya pada satu titik masalah. Karena ketika seluruh perhatianmu hanya tertuju pada satu luka, perlahan kamu akan kehilangan kemampuan melihat begitu banyak nikmat yang masih berdiri di sekelilingmu. Aku pernah berada di sana. Rasanya seperti dunia mengecil hanya sebesar persoalan yang sedang dihadapi. Bangun tidur yang terpikir itu lagi. Mau makan, masalah itu ikut duduk di meja. Mau bekerja, masalah itu ikut membuka laptop. Bahkan ketika orang lain mengajak bercanda, yang terdengar tetap suara isi kepala sendiri. Lucunya, masalahnya tidak bertambah besar. Yang membesar justru rasa takutnya. Semakin kita tatap, semakin terlihat mengerikan. Sampai ...

LOVE AT SECOND SIGHT

Gambar
Ada satu hal yang sering kita lupa sebagai manusia… kita terlalu sering ingin menyelesaikan semuanya hari ini. Kita ingin semua jawaban datang sekarang, semua masalah selesai sekarang, semua mimpi terwujud sekarang. Padahal hidup bukan mie instan yang tinggal diseduh lalu langsung matang. Kadang hidup itu seperti secangkir kopi pagi… harus menunggu proses, harus melewati panasnya air, harus memberi waktu agar rasanya benar-benar keluar. Ada kalanya kita merasa hidup ini terlalu berat. Ada masalah yang terasa seperti bayangan besar yang selalu mengikuti langkah kita. Ada rasa takut yang diam-diam tinggal di dalam pikiran, seperti “hantu di loteng” yang tidak pernah terlihat, tapi suaranya selalu terdengar ketika malam datang. Kita takut gagal, takut kehilangan, takut tidak cukup baik, takut jalan yang kita pilih ternyata salah. Tapi mungkin masalahnya bukan karena hidup terlalu sulit. Mungkin karena kita terlalu terburu-buru menjalani hidup. Kalau kita belajar mengatur langkah, belajar ...

MEMILIH PEMIMPIN IKA UNMER 2026 - 2031

Gambar
  Salah satu ujian awal untuk melihat kapasitas seorang calon nahkoda kapal besar bernama IKA Unmer sebenarnya sudah terlihat dari bagaimana seseorang terlibat dalam perjalanan mewujudkan Munas IKA Unmer 2026. Munas bukan sekadar sebuah acara seremonial. Di balik panggung, susunan acara, dan gemerlap pertemuan alumni, ada kapal besar yang sedang diuji. Kapal itu membawa banyak muatan; ada harapan, ada keinginan, ada perbedaan pandangan, ada kepentingan, ada karakter manusia yang beragam, dan tentu ada dinamika yang tidak selalu mudah untuk diarahkan. Di situlah seorang pemimpin diuji. Karena menjadi nahkoda bukan hanya tentang membawa kapal ketika laut sedang tenang. Semua orang bisa terlihat hebat ketika tidak ada ombak. Tetapi kualitas seorang nahkoda terlihat ketika gelombang mulai datang, ketika arah angin berubah, ketika banyak suara dari berbagai sisi meminta kapal bergerak sesuai keinginannya masing-masing. Munas IKA Unmer 2026 menjadi sebuah miniatur bagaimana seseorang men...