Postingan

IDA PURNAMAWATI: LOGAT CETARRR MADURA, TAMENG YANTI, DAN TAKDIR YANG MENYILANGKAN TIGA GENERASI

Gambar
   UNTUK MENDAPAT SUASANA TERBAIK, SILAHKAN KLIK LINK VIDEO BERIKUT : Kalau bicara soal masa SMA di Taman Griya, ada satu nama yang langsung bikin otak otomatis muter ulang suara keras lengkap dengan logat Madura, seolah seseorang lagi manggil dari kejauhan pakai megafon. Nama itu: Ida Purnamawati . Padahal nih ya, Ida itu bukan orang Taman Griya. Dia cuma nongkrong terus di sana karena nempel sama Yanti. Dan ketika aku bilang “nempel”, itu bukan bahasa puitis—itu literal: nempel. Dua cewek ini kalau jalan berdua kayak perangko ditempel di amplop. Mepet terus. Kadang aku mikir, kalau Yanti batuk, Ida yang minum obat. PERTEMUAN PERTAMA: KALAM, MANIS, LALU… BYAARRRR! Pertama kali Genk F2 ketemu Ida itu di rumah Bram, basecamp segala canda tawa dan rencana-rencana konyol yang biasanya berujung zonk. Waktu itu kami lagi sok cool menyambut tamu–anak-anak cewek SMA yang main ke rumah Bram. Muncul lah satu cewek mungil, kulit manis, rock pendek khas anak SMA 90-an, wajahnya ...

TISA NINGRUM & KEGILAAN JAMAN SMA: SEBUAH CERITA ABSURD YANG MASIH BIKIN KETAWA SAMPAI SEKARANG

Gambar
   UNTUK MENDAPAT SUASANA TERBAIK, SILAHKAN KLIK LINK VIDEO BERIKUT :   Jadi begini, aku punya cerita yang kalau dipikir sekarang tuh… absurdnya sampai level “kok bisa ya kita dulu kayak begitu?”. Cerita tentang seorang anak kecil yang dulu masih SD, tapi sekarang? Udah punya anak, mungkin sebentar lagi punya cucu juga. Namanya: Tisa Ningrum . Waktu kejadian ini, kita—genk F2 alias Genk Tuban—lagi menuju masa-masa akhir SMA. Masa peralihan: antara pengen lulus cepat atau pengen kenakalan ditambah stoknya dulu sebelum jadi orang dewasa beneran. Dan anggota genk ini you know lah: aku, Bram, Tedy, Budi, Prase. Semua berasal dari Tuban, kawasan dekat Bandara Ngurah Rai. Dulu kalau ditanya “tinggal di mana?”, jawabannya bisa dua: Tuban Timur atau Tuban yang kalau malam banyak tuyul lewat. Nah, di masa itu Bram pindah rumah ke Taman Griya, Jimbaran. Dan Taman Griya tahun itu—duhhh, kayak hutan belantara yang kebetulan diberi 10 rumah berjejer. Sepi. Sunyi. Kalau malam ang...

KEJU YANG HILANG DAN HATI YANG PULANG

Gambar
   UNTUK MENDAPAT SUASANA TERBAIK, SILAHKAN KLIK LINK VIDEO BERIKUT : (sebuah inspirasi dari fabel legendaris “Who Moved My Cheese?”)   Sebagian dari kita tentu sudah pernah membaca atau minimal mendengar tentang kisah Who Moved My Cheese? Sebuah cerita sederhana, tapi kalau kamu renungkan, ia seperti cermin kecil yang diam-diam memantulkan wajah kita saat menghadapi perubahan. Ada yang panik, ada yang marah, ada yang memaksakan dunia tetap sama—dan ada juga yang akhirnya belajar melepaskan lalu melangkah. Lalu… bagaimana kalau kisah itu kita tarik ke dalam kehidupan kita sendiri? Begini ceritanya.   Kampung yang Damainya Sering Mengalahkan Sunyi Hati Di sebuah kampung kecil—yang kalau malam anginnya bisa bikin galau tanpa alasan—hidup empat sahabat aneh. Lebih aneh lagi, bentuk mereka bukan manusia, tapi tingkahnya… mirip banget sama manusia. Ada Kici, tikus kecil yang instingnya jago banget. Ada Lari, tikus satunya lagi yang larinya selalu lebih ce...

OPENING : SURAT UNTUK DIRIKU SENDIRI DARI NUCKY DI MASA LALU

Gambar
    UNTUK MENDAPAT SUASANA TERBAIK, SILAHKAN KLIK LINK VIDEO BERIKUT : Hai, Nucky. Kalau suatu hari kamu merasa dunia seperti mengecilkanmu, atau kamu duduk sendirian memandang langit sambil bertanya, “Aku ini sebenarnya sampai di mana sih?” , bacalah surat ini seperti kamu merangkul dirimu sendiri. Karena kamu pernah kuat dengan cara yang orang lain nggak lihat. Ingat masa kamu mengetik skripsi tanpa punya komputer sendiri? Waktu kamu pura-pura jago mengetik demi pekerjaan yang mungkin hanya satu dari ribuan pelamar, padahal jari kamu gemeteran karena sebenarnya nggak bisa. Tapi apa kamu menyerah? Enggak. Kamu malah kursus kilat dua hari. Dua hari, Nuk. Demi membuka pintu yang kamu yakin bisa kamu masuki. Itu bukan sekadar usaha — itu keberanian orang yang yakin hidup selalu bisa diperbaiki dari titik mana pun. Ingat juga saat jabatan besar menghampirimu, Kepala Cabang — posisi yang banyak orang kejar. Tapi kamu menolaknya… Bukan karena tak mampu. Bukan karena ...

KITA SEMUA PENDATANG: CERITA PANJANG MANUSIA INDONESIA DAN RINDU YANG MENGAJAR KITA MENJADI MANUSIA

Gambar
    UNTUK MENDAPAT SUASANA TERBAIK, SILAHKAN KLIK LINK VIDEO BERIKUT : Kadang, di tengah keramaian pasar atau riuhnya orang pulang kerja di terminal, aku suka berhenti barang semenit. Melihat wajah-wajah yang lewat dengan cepat—ada yang cemberut, ada yang senyum kecil, ada yang sibuk menggendong anak sambil menenangkan pakai biskuit, ada bapak-bapak yang baru turun motor dengan helm masih nempel kayak belum siap berpisah. Dan entah kenapa, selalu muncul satu pertanyaan yang bikin aku nyengir sendiri: “Di antara kita semua ini… siapa sih yang bener-bener asli Indonesia?” Sebuah pertanyaan yang keliatannya remeh, tapi kalau ditarik pelan-pelan, seperti kita nyabut serat kain kusut yang bandel banget, ia mengantar kita pada satu kenyataan yang—jujur aja—bikin hati jadi lebih lembut: Kita semua… pendatang. Pendatang yang kebetulan jatuh hati pada tanah yang sama. Dan dari sinilah cerita ini benar-benar mulai hidup.   Ngopi di Warung, dan DNA yang Ikut Nimbrung ...

TENTANG WARISAN YANG IKUT SAMPAI KUBUR: CERITA TENTANG ILMU, HIDUP, DAN KUCING BERNAMA HARTA

Gambar
   UNTUK MENDAPAT SUASANA TERBAIK, SILAHKAN KLIK LINK VIDEO BERIKUT : Ada satu masa dalam hidupku ketika aku duduk di pojokan kamar, bengong, sambil ngeliatin rekening yang makin kurus—kurusnya tuh udah kayak ikan asin lupa dijemur. Di momen itu, tiba-tiba aku ketawa sendiri. Heran, kenapa aku bisa tetap merasa… aman? Padahal dompet lagi megap-megap. Lalu aku sadar: ada sesuatu yang nggak bisa dirampok sama keadaan. Nggak bisa digondol maling. Nggak bisa dicopet mantan. Sesuatu yang diam-diam selama ini jagain aku, meski aku nggak pernah nyuruh. Ilmu. Si makhluk tak kasat mata yang ternyata paling setia.   Ilmu, Sang Penjaga Sunyi Kalau ilmu itu manusia, mungkin dia tipe teman yang nggak banyak gaya. Nggak pernah minta traktir, nggak drama, tapi selalu nongol tiap kita butuh. Pas kita mau ambil keputusan penting, pas lagi capek sama hidup, atau pas lagi seneng banget sampai takut kebablasan—ilmu selalu jadi rem sekaligus kompas. Rasulullah SAW sendiri perna...

SINERGI ANTARA DMI DAN UMM DI KUTA SELATAN & BADUNG

Gambar
   UNTUK MENDAPAT SUASANA TERBAIK, SILAHKAN KLIK LINK VIDEO BERIKUT : “Membangun Sinergi Dua Organisasi Keummatan: DMI & UMM”   Latar Belakang Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Ukhuwah Masjid Musholla (UMM) adalah dua lembaga keummatan yang lahir dengan tujuan memperkuat peran masjid dan memberdayakan umat. Secara karakter, kedua organisasi memiliki kesamaan visi, yaitu meningkatkan kualitas ibadah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat. Namun dalam pelaksanaan program kedua organisasi dapat membagi perannya, DMI fokus pada pengelolaan internal masjid—meliputi manajemen, pembinaan pengurus, serta koordinasi dengan pemerintah dan lembaga terkait—sementara UMM lebih menitikberatkan pada pemberdayaan eksternal umat, seperti program sosial, ekonomi, pendidikan, dan pengembangan remaja serta Muslimat. Mengingat kedekatan fungsi dan cakupan program, terdapat risiko tumpang tindih kegiatan yang dapat membingungkan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi ...